Graffiti Collection
Best Graffiti
New Graffiti

Thursday, September 23, 2010

PERKAWINAN ARJUNA DENGAN SRIKANDI

SRIKANDHI, senopati wanita yang ahli memnggunakan senjata panah.

Lukisan, cat minyak pada kanvas, 87cm x 118,5 cm, karya Herjaka HS. Gambar ini diambil dari http://wayang.wordpress.com/2010/03/07/banjaran-cerita-pandawa-19-perkawinan-arjuna-dengan-srikandhi/



Perkawinan Arjuna dengan Srikandhi

Prabu Drupada raja Pancalareja dihadap Trusthajumena dan Patih Trusthaketu. Mereka membicarakan Srikandhi yang pergi tanpa pamit. Tiba-tiba datang Patih Jayasudarga utusan raja Paranggubarja, untuk menyampaikan surat lamaran. Utusan tersebut diberitahu bahwa Srikandhi pergi dari istana, tidak diketahui tempat tujuannya. Prabu Drupada juga mengabarkan kepergian Srikandhi kepada raja Ngamarta.

Prabu Jungkungmardeya raja Paranggubarja, menerima kedatangan Patih Jayasudarga. Patih memberitahu tentang jawaban raja Drupada, bahwa Srikandhi pergi meninggalkan istana. Prabu Jungkungmardeya menyuruh para punggawa agar membantu pencarian Srikandi.

Prabu Puntadewa dihadap oleh Wrekodara, Nakula dan Sadewa. Trusthajumena datang menyampaikan surat pemberitahuan. Kemudian Trusthajumena kembali ke negara Pancalareja. Prabu Puntadewa memberi kabar kepada Durpadi, bahwa Srikandhi pergi meninggalkan istana. Drupadi diam-diam pergi ke Taman Maduganda.

Di Taman Maduganda Arjuna sedang mengajar memanah kepada Srikandhi, Drupadi datang mengamuk, Arjuna ditarik dan disembunyikan, Srikandhi dihajar sampai pingsan. Drupadi kembali ke Ngamarta. Setelah siuman Srikandhi melarikan diri, kembali ke Pancalareja. Arjuna tergopoh-gopoh akan menolong Srikandhi, tetapi yang dipeluk Sumbadra. Sumbadra marah dan mengerti bahwa Arjuna mencintai Srikandhi. Terjadilah pertengkaran. Arjuna melarikan diri kembali ke Madukara.

Drupadi menemui Prabu Puntadewa, lalu bercerita tentang Arjuna dan Srikandhi. Sadewa diminta untuk memanggil Arjuna. Sadewa pergi ke Madukara, Arjuna memenuhi panggilan kakaknya.

Prabu Kresna datang menemui Prabu Puntadewa di Ngamarta. Wrekodara dan Nakula ikut menyambutnya. Sadewa datang bersama Arjuna. Prabu Kresna mengerti persoalan Arjuna, lalu minta agar Arjuna diserahkan ke Pancalareja.

Prabu Drupada sedang bicara dengan Trusthajumena, kemudian Srikandhi datang. Raja amat gembira, Srikandhi disuruh masuk ke istana. Prabu Kresna, Wrekodara dan Arjuna datang menghadap raja. Prabu Kresna bercerita kepada Prabu Drupada tentang hubungan antara Arjuna dengan Srikandhi. Prabu Kresna mengusulkan agar mereka berdua dikawinkan. Trusthajumena diminta menanyai Srikandhi. Srikandhi menjawab, ia mau diperisteri Arjuna, bila Arjuna dapat mengalahkan kepandaian memanahnya. Arjuna menyanggupinya, tetapi minta diwakili oleh Rarasati.

Prabu Puntadewa dihadap oleh Nakula, Sadewa dan Gatotokaca. Gatotkaca diminta mencari berita tentang Arjuna di Pancalareja.

Prabu Jungkungmardeya menerima laporan dari Sarawita, bahwa utusan raja mati oleh Srikandi. Raja bersama Bagawan Tunggulmanik pergi ke negara Pancalareja.

Prabu Drupada sedang berbicara dengan Prabu Kresna dan Trusthajumena. Gatotkaca datang, menanyakan nasib Arjuna. Raja bercerita tentang perkawinan Srikandhi dan Arjuna

Perajurit Prabu Jungkungmardeya menyerang Pancalareja. Wrekodara, Arjuna dan Gatotkaca ditugaskan untuk menyongsong kedatangan musuh. Prabu Jungkungmardeya mati oleh Arjuna. Patih Jayasudarga mati oleh Gathotkaca dan Begawan Tunggulmanik mati oleh Wrekodara.

Perang telah selesai, Pancalareja menjadi aman kembali. Prabu Drupada mengadakan pesta perkawinan antara Arjuna dan Srikandhi, bersama keluarga Dwarawati dan Pandhawa.

Mangkunagara VII jilid XVI 1932: 23-26

R.S. Subalidinata

Artikel ini diambil dari http://wayang.wordpress.com/2010/03/07/banjaran-cerita-pandawa-19-perkawinan-arjuna-dengan-srikandhi/



No comments:

Post a Comment